Artikel & Berita
Informasi terkini seputar BMT HSI, keuangan syariah, dan tips bermanfaat lainnya.
Tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar manusia. Setiap keluarga pasti mendambakan rumah yang layak sebagai tempat berlindung, tumbuh, dan membangun kebahagiaan. Tak heran jika program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi yang diluncurkan pemerintah selalu ramai peminat. Dengan adanya subsidi, cicilan rumah terasa lebih ringan dan terjangkau.
Scroll TikTok, ada live tas branded promo isi dua. Modelnya catchy yang cocok banget buat hangout pas weekend. Harganya enggak sampai 150 ribu udah dapet dua! Kalau enggak buru-buru checkout, harga besok bisa aja lebih mahal. Untung ada paylater! Kira-kira itulah yang ada di pikiran banyak Gen Z yang jarang mikir jauh ke depan. Keinginan cepat punya barang baru untuk pamer ke teman, sering kali membuat mereka lupa menghitung kemampuan bayar. Fenomena ini bukan sekadar soal gengsi, melainkan tekanan sosial dan tuntutan tampil di media sosial, yang membuat Gen Z[a] mudah tergoda membeli barang tanpa pertimbangan jangka panjang.
Kebutuhan hidup kadang datang tanpa aba-aba. Genteng yang tiba-tiba bocor harus segera diganti, renovasi rumah demi menambah kamar untuk anak yang sudah besar, motor yang sudah enggak aman dipakai, sampai kebutuhan printilan yang meskipun kecil, tetapi sangat dibutuhkan, misalnya lemari pakaian. Dalam kondisi demikian, pembiayaan syariah pun sering menjadi pilihan karena dianggap lebih aman, halal, dan penuh keberkahan. Namun, sebaik dan sesyariah apa pun suatu produk pembiayaan, keputusan untuk mengajukannya tetap butuh pertimbangan matang, kan? Jangan sampai karena merasa “butuh cepat” membuat kita terburu-buru mengajukan menandatangani akad tanpa memahami isinya. Mengambil cicilan yang nantinya malah membuat napas tersengal setiap gajian. Akhirnya kita malah seperti hanya bertahan hidup dari bulan ke bulan. Sebelum klik “ajukan”, ada baiknya berpikir sebentar, cek tujuan, hitung kemampuan, dan pastikan lembaganya kredibel. Sebab langkah yang gegabah bisa berujung pada masalah finansial yang panjang.
Dengan strategi ini, keluarga tidak hanya bisa mengelola uang, tetapi juga menjaga harmoni dan keberkahan rumah tangga. Setiap rupiah yang keluar dari kantong bukan untuk menghabiskan uang, melainkan bagian dari ikhtiar membangun masa depan yang tenang, halal, dan berkah.
Banyak pemain judi online berasal dari kalangan berpendapatan rendah. PPATK mencatat, sekitar 71% dari mereka memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan. Bayangkan, uang yang seharusnya cukup untuk kebutuhan dapur justru mengalir ke kantong bandar. Sedikit demi sedikit, mereka terseret arus yang sulit dihentikan. Transaksi judi online pun luar biasa fantastis. Di awal 2024, jumlah transaksi mencurigakan tercatat lebih dari Rp600 triliun, dan sebagian besar mengalir ke luar negeri. Dana yang seharusnya membangun negeri, nyatanya hilang tanpa jejak, sementara janji menang instan terus menempel di layar ponsel.
MT HSI adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) yang berfokus pada layanan keuangan mikro sesuai prinsip syariah. Melalui akad-akad yang sesuai syariat, seperti murabahah, BMT HSI membantu anggota memenuhi kebutuhan finansial dengan cara yang halal, transparan, dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. BMT HSI tidak hanya berfokus pada keuntungan materi, tapi juga pada keberkahan dan solidaritas umat. Dengan menjadi bagian dari BMT HSI, setiap transaksi bukan hanya sekadar angka, melainkan juga bagian dari ikhtiar menjaga diri dan keluarga dari jeratan riba.
Di tengah kesadaran umat Islam yang semakin tinggi terhadap larangan riba, muncul fenomena menarik: banyak orang yang begitu ketat menghindari bunga pinjaman, tidak mau menyentuh kredit konvensional, bahkan rela hidup sederhana agar terbebas dari transaksi ribawi. Kesadaran ini patut diapresiasi. Namun, ironisnya, ada fenomena lain yang muncul: seseorang yang begitu hati-hati menghindari riba, justru lengah dalam urusan utang.
Pada era digital seperti sekarang, tawaran pinjaman secara instan ada di mana-mana. Mulai dari lembaga keuangan negara, koperasi konvensional, bahkan iklan di pinggir jalan. Paling banyak adalah aplikasi online. Semua menawarkan hal yang serupa, yakni memberi pinjaman uang dengan cara cepat, syarat mudah, dan bisa cair dalam hitungan menit. Bagi sebagian orang, ini terdengar seperti madu yang rasanya manis, menyenangkan, dan seolah merupakan jalan keluar mutlak dari masalah keuangan. Namun, di balik rasa madu yang manis itu ada racun yang perlahan menggerogoti organ-organ tubuh kita. Pinjaman ribawi selalu datang dengan bunga, tentu saja ada biaya tersembunyi, dan risiko gagal bayar yang membuat hidup menjadi lebih berat. Bukannya keluar dari masalah, justru makin terjerat. Akhirnya banyak orang ramai-ramai menghilangkan nyawa sesama, bahkan bunuh diri gara-gara pinjol. Inilah wajah asli riba. Awalnya tampak ringan, endingnya menjerat hingga hilang keberkahan hidup.
BMT HSI menyediakan pembiayaan tanpa riba, sehingga Anda dapat bertransaksi dengan tenang tanpa khawatir terlibat dalam praktik yang dilarang dalam agama. Semua transaksi cicilan di BMT HSI bebas dari denda yang sejatinya adalah riba, memberikan kemudahan tanpa adanya sita jika pembayaran terlambat, serta menghindari unsur gharar atau ketidakjelasan dalam kontrak. Selain itu, BMT HSI juga memastikan bahwa semua akad yang digunakan dalam pembiayaan adalah akad yang sah dan tidak bermasalah, sehingga Anda dapat memiliki rasa aman dalam bertransaksi. Dengan prinsip-prinsip ini, BMT HSI memberikan solusi cicilan yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan dalam Islam, tanpa adanya penindasan atau kerugian bagi kedua belah pihak.
BMT HSI hadir untuk mendukung umat Islam dalam menempuh jalan rezeki yang halal. Sebagai lembaga keuangan syariah yang amanah, profesional dan tepercaya, BMT HSI menawarkan solusi finansial yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan layanan seperti investasi syariah berbasis bagi hasil dan pembiayaan tanpa riba, BMT HSI memberikan kemudahan bagi setiap Muslim untuk menjaga kehalalan penghasilan mereka.
BMT HSI hadir sebagai solusi bagi umat Islam yang ingin memiliki rumah impian tanpa riba. Sebagai lembaga keuangan syariah terpercaya, BMT HSI menawarkan pembiayaan syariah yang bebas dari riba. Dengan sistem akad yang sesuai syariat, seperti murabahah (jual beli) atau ijarah (sewa beli), BMT HSI memastikan setiap transaksi berjalan secara halal dan penuh keberkahan.












